Comments

Jumat, 14 Juni 2013

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Resiko Tinggi Kehamilan dengan Keteraturan dalam Pemeriksaan ANC

Posted by at 01.52 Read our previous post
Review Karya Tulis Ilmiah 

Kode :    B-002 
Judul   :    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Resiko Tinggi Kehamilan dengan 
                  Keteraturan dalam Pemeriksaan ANC Di (Lokasi Penelitian Anda)
Tebal  :    74 halaman + Lampiran
Jenis  :    Kuantitatif

ABSTRAKSI
Pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan bermanfaat menunjang kesehatan ibu dan janin. Pengetahuan kurang akan menyebabkan resiko tinggi dalam kehamilan. upaya menunjang kesehatan ibu dan janin salah satunya pemeriksaan antenatal care (ANC) menurut WHO pemeriksaan ANC minimal 4 kali selama kehamilan TM I : 1X TM II : 1X TM III : 2X. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan keteraturan dalam pemeriksaan ANC. Dalam Penelitian menggunakan rancangan correlasi dengan pendekatan cross – sectional. Dengan populasi 32 ibu hamil, sampel 30 responden, sampel diambil dari ibu hamil dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuisioner, hasil dari kuisioner ditabulasikan dan diteliti. Selanjutnya dipresentasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian 13 (43,33%) responden berpengetahuan baik sebagian besar 8 (26,67%) dari ibu hamil teratur dalam pemeriksaan ANC dan sebagian kecil 5 (16,66%) tidak teratur, 3 (10%) ibu hamil berpengetahuan cukup 1(3,33%) ibu hamil teratur dan 2 (6,67%) ibu hamil tidak teratur dalam pemeriksaan ANC sementara dari 14 (46,67%) ibu hamil yang berpengetahuan kurang 12 (40%) ibu hamil tidak teratur dalam pemeriksaan ANC dan 2 (6,67%) yang teratur dalam pemeriksaan ANC. Setelah hasil penelitian di uji dengan uji statistik chi-square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan keteraturan dalam pemeriksaan ANC. Faktor ibu hamil tidak ingin periksa ANC yaitu Faktor pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, dan budaya. Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. Oleh karena itu, bidan harus memberdayakan ibu dan keluarga dengan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu


LATAR BELAKANG
Asuhan Antenatal Menurut MNH (Maternal Neonatal Health) merupakan prosedur rutin yang dilakukan oleh petugas (dokter, bidan, perawat) dalam membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinanya. yang harus dilakukan ibu hamil secara teratur sementara keteraturaan ANC sendiri adalah kedisiplinan / kepatuhan ibu hamil untuk melakuan pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan pada anak. Kunjungan antenatal menurut WHO minimal empat kali dilakukan selama kehamilan yaitu Trimester I: 1x, Trimester II: 1x, dan Trimester III: 2x  hal itu ditujukan untuk mendeteksi dini jika terdapat resiko-resiko dalam kehamilan supaya dapat teratasi segera. Tetapi masih banyak pula ibu hamil yang tidak mau atau tidak teratur dalam pemeriksaan kehamilanya, sementara dengan ketidak teraturan dalam pemeriksaan kehamilan dapat menyebabkan tidak diketahuinya berbagai komplikasi ibu yang dapat mempengaruhi kehamilan sehingga tidak segera dapat diatasi. Dan kemungkinan faktor yang mempengaruhi dari ketidak teraturan dalam pemeriksaan kehamilan tersebut salah satunya adalah kurangnya pengetahuan ibu terhadap kehamilanya.

Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan di Indonesia pada tahun 2010 di Indonesia pencapaian cakupan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) Untuk pencapaian K1-tenaga kesehatan selama kehamilan yaitu sebesar 92,7 %, Untuk pencapaian K1-tenaga Kesehatan-tribulan pertama  yaitu sebesar 72,3 %, Dalam pendekatan registrasi kohor adalah yang dibenarkan, mempunyai perbedaan 20,4% dengan “K1 akses”. Ini artinya bahwa 20,4% ibu-ibu hamil yang seharusnya tidak dicatat sebagai K1 yang diperiksa oleh tenaga kesehatan tribulan pertama telah dijadikan sebagai hasil cakupan, Untuk pencapaian K4 Oleh tenaga kesehatan capaiannya adalah 61,4% (Ali, 2011). Sedangkan di provinsi jawa timur gambaran presentasi cakupan pelayanan K4 Provinsi Jawa Timur tahun 2006 menurut table SPM 1, sebesar 564,616 (81,79%) dari seluruh ibu hamil sebanyak 690.282 orang (Dinkes Jatim, 2009).

Dalam mengatasi permasalahan tidak teraturnya ibu hamil dalam pemeriksaan ANC, sebaiknya bidan desa dan juga kader lebih aktif lagi untuk melakukan penyuluhan pada masyarakat dan khususnya pada ibu hamil di desa tersebut. Juga mengadakan promosi kesehatan seputar kehamilan dan resiko tinggi dalam kehamilan. Serta mengikutkan peran keluarga dan meningkatkan pengetahuan keluarga  tentang pemeriksaan ANC dan resiko tinggi dalam kehamilan, sehingga dapat memberikan motivasi pada ibu hamil untuk teratur melakukan pemeriksaan rutin pada kehamilan.

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik mengajukan judul penelitian “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Resiko Tinggi Kehamilan dengan Keteraturan dalam Pemeriksaan ANC di (Lokasi Penelitian)

RUMUSAN MASALAH
Apakah ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan keteraturan ibu hamil dalam pemeriksaan ANC di (Lokasi Penelitian)?

TINJAUAN PUSTAKA
  • Konsep Pengetahuan
Memaparkan teori tentang definisi pengetahuan, tingkat pengetahuan, faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan, cara memperoleh pengetahuan, dan kriteria pengetahuan
  • Konsep Kehamilan
Menjelaskan teori tentang pengertian kehamilan, diagnosis, klasifikasi masa kehamilan, tanda-tanda kehamilan, tanda bahaya kehamilan, konsep resti kehamilan, disertai konsep skor APGAR kehamilan.
  • Konsep Antenatal Care
Menjelaskan teori tentang definisi ANC, prinsip pokok ANC, lingkupan asuhan kehamilan, tujuan asuhan kehamilan, standar asuhan kehamilan, pelayanan standar 7T, dan kunjungan berkala ANC
  • Konsep Dasar Keteraturan
Memaparkan tentang pengertian, ketidakteraturan, konsep yang mempengaruhi ketidakteraturan, cara mengurangi ketidakteraturan, konsep keteraturan ANC,
  • Konsep Dasar Perilaku
Memaparkan teori tentang definisi perilaku, determinan perilaku, proses adopsi perilaku, perubahan perilaku dan indikatornya, perubahan perilaku, bentuk-bentuk perubahan perilaku, strategi perubahan perilaku, perilaku kesehatan

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian correlasi dengan menggunakan pendekatan cross – sectional. Cross – sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 ibu hamil yang diambil sample dengan teknik sampling simple random sampling sebanyak 30 ibu hamil di lokasi penelitian. (rumus pengambilan sample ada pada KTI lengkap). Dalam penelitian ini variabel independennya adalah pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan sedangkan variabel independennya adalah keteraturan ibu hamil dalam pemeriksaan ANC. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari data yang sudah ada sebelumnya “dari catatan medis berupa buku KIA ibu hamil”. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup (closed ended), bentuk pertanyaan multiple choice menyediakan 20 pertanyaan. Analisa data menggunakan uji statistik chi square dengan SPSS. Vers. 16.0 dengan tingkat signifikansi a < 0.05. Data diolah melalui 4 langkah yaitu editing, coding, skoring, dan tabulating.

HASIL PENELITIAN
Penyajian dimulai dari data umum tentang karakteristik ibu hamil yang meliputi umur ibu hamil, pendidikan ibu hamil, pekerjaan ibu hamil, informasi atau penyuluhan yang pernah didapat ibu hamil, berapa kali pernah mendapat informasi dan dari mana ibu hamil mendapat informasi tentang resiko tinggi kehamilan, dan penyakit yang pernah atau sedang diderita ibu hamil, sedangkan data khusus tentang karakteristik responden meliputi : pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan, keteraturan ANC. Data yang akan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan tabulasi silang dan dilakukan uji statistik korelasi menggunakan chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent.

PENUTUP
Kesimpulan berisi 3 poin yang merupakan hasil akhir dari masing-masing variabel. Hasil akhir disajikan dalam bentuk prosentase yang menggambarkan keadaan masing-masing variabel.



Download KTI Lengkap

Download Bab 2


Tidak ada komentar:

© KTI n SKRIPSI is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template